Tayangan halaman minggu lalu

Senin, 19 Desember 2011

CERITA TUKANG CUKUR

CERITA TUKANG CUKUR

Tukang cukur berkata kepada seorang bapak.”Lihat inilah sebabnya saya tidak dapat percaya pada Tuhan yang katanya Maha Pengasih lagi maha penyayang.Jika Tuhan itu baik seperti yang engkau katakan.Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan,penyakit dan semua kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi.”
Bapak itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukup lama.
Bapak yang tadi berkata,”Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus.”
Merasa tersinggung,tukang cukur itu menjawab: “Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan!”
Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, Bapak itu berkata: “Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena IA terus menerus mengundang mereka untuk datang dan “dicukur” akan tetapi mereka selalu mengabaikannya. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak ajakan Tuhan, untuk menyelamatkan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar