Mungkin semua ini hasil dari Pembangunan Sistem Pendidikan yang sukses, atau mungkin hanya sekedar ikut trend , kayaknya orang-orang Indonesia semakin pandai dan pintar berbicara, berdiskusi, saling berargumentasi, memberi kritik, membalas kritik. malahan karena terlalu intensnya suatu diskusi adu jotos sulit untuk dihindari, bukan hanya kalangan terpelajar saja yang pandai bicara , apakah itu para akademisi, sarjana, sampai sang profesor, orang biasa kayaknya sudah lebih pintar dari si professor. Argumentasi si professor yang kuliah dan mengajar bertahun-tahun dapat dimentahkan oleh orang biasa yang cuma nongkrong ngerumpi di warung-warung aneh kan, ya memang aneh itu pertanda orang-disegala lapisan semakin pintar,entah fenomena apa yang terjadi di negara kita sekarang, mungkin didukung dengan informasi yang dengan mudah bisa didapatkan dimana-mana,terutama media televisi yang cenderung menyajikan berita-berita hangat yang lagi diperbincangkan dimasyarakat. Berita politik, debat para jagoan bicara dilayar kaca selalu mendapat rating tinggi, walaupun sering berakhir pada debat kusir belaka,tanpa pengaruh apa-apa pada penyelesaian masalah dari inti perdebatan itu atau malah menambah masalah. Malahan banyak yang jadi penghayal, halusinator, teori-teori aneh, teori konspirasi yang aneh, kemudian semua ini dijustifikasi atau menjadi kebenaran yang mutlak, menjadikannya sesuatu yang masuk akal, alasan-alasan yang dianggap sesuai logika. Padahal mereka lupa bahwa sebuah teori bukanlah kebenaran sejati, suatu teori tumbang ketika ada teori lain yang lebih reasonable explanation. Kecuali itu theorema yang bersifat absolut tanpa harus ada pembuktian sudah pasti benar (contoh theorema phytgoras mengenai sisi sebuah segitiga, atau 1 + 1 sudah pasti 2 (Just to remind SMA Math Lesson).
Tapi mungkin sebagian besar orang tidak sadar, ketika kita sibuk dengan hanya bicara saja,berargumen dsb,dsb dst……….kita semakin ketinggalan dengan yang lain(bangsa lain,orang lain dsb). Melihat keadaan sekarang benar pernyataan beberapa pengamat yang mengatakan bahwa bangsa kita terlalu banyak buang energi , terlalu banyak mengurus masalah masalah politis dalam negeri, banyak orang mau menjadi pahlawan kesiangan, mengatasnamakan rakyat serta menjadi jagoan bicara, memang diakui ketrampilan memutar kata-kata mereka sangat baik dan brilliant. Akan tetapi tanpa disadari semua itu telah menjadi sebuah kekuatan kontraproduktif dalam pembangunan bangsa saat ini, sehingga tanpa disadari akibat terlalu banyak bicara, kritik dan saling balas kritik, masalah lain dilupakan, contohnya a.l. ketika negara ASIA bersiap untuk free trade kita kelihatan tidak siap untuk itu, siapa yang salah disini, ini bukan untuk mencari kambing hitam, tapi inilah hasil pembangunan sebuah negara tanpa arah dan saling tarik menarik kepentingan mengakibatkan kepentingan banyak orang yaitu kepentingan rakyat terabaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar