Tayangan halaman minggu lalu

Selasa, 20 Desember 2011

Markus 7:31-37


Markus 7:31-37
Yesus menyembuhkan seorang tuli
7:31 Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus y  dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, z  di tengah-tengah daerah Dekapolis. a  7:32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap b  dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya c  atas orang itu. 7:33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah d  dan meraba lidah orang itu. 7:34 Kemudian sambil menengadah ke langit e  Yesus menarik nafas f  dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 7:35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. g  7:36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun h  juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

APAKAH MUJIZAT ITU?
 
A. PENGERTIAN MUJIZAT
Mujizat, atau dalam bahasa Inggris disebut Miracle, adalah sebuah peristiwa atau tindakan yang terlihat kontradiksi dengan kaedah ilmu pengetahuan dan seringkali diyakini dari Allah. Dengan lebih sederhana lagi dapat dikatakan bahwa mujizat itu adalah suatu yang melampaui akal budi manusia. Manusia tidak dapat melakukan bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan akal-budi mapun ilmu pengetahuan.
Sekalipun kebanyakan mujizat diyakini berasal dari Allah, namun tentu tidak tertutup kemungkinan adanya mujizat yang berasal dari iblis. Bahkan Tuhan Yesus sendiri memperingatkan kita bahwa pada akhir zaman, iblis akan memakai mujizat untuk menyesatkan manusia (Mat. 24:23-24). Sehubungan dengan peringatan Tuhan Yesus itu, maka hendaknya manusia tidak menganggap semua mujizat berasal dari Allah.
Matius 24:23-24
24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Karena ada mujizat dari Allah dan mujizat dari iblis, maka adalah sikap yang sangat bijaksana jika manusia berhati-hati dan berusaha mencari tahu, apakah suatu mujizat itu berasal dari Allah atau dari iblis? Lebih baik lagi kalau manusia bisa memahami dengan baik syarat-syarat atau tanda-tanda atau prinsip-prinsip yang menandai mujizat dari Allah atau dari iblis. Dengan memahami hal tersebut niscaya manusia akan terhindar dari usaha iblis untuk menyesatkannya dengan mujizat.
 
B. MAKSUD DAN TUJUAN MUJIZAT TUHAN
Jika membaca di dalam Alkitab bahwa Allah melakukan banyak mujizat pada zaman Musa dan juga pada zaman kehadiran Tuhan Yesus di dunia. Hanya orang bodoh, atau orang yang benar-benar tidak percaya akan eksistensi Allah saja yang meragukan kemampuan Allah dalam membuat mujizat. Bayangkan, kalau alam semesta yang luas yang kita tidak sanggup menghitungnya saja sanggup diciptakanNya, masakan Ia tidak sanggup melakukan mujizat yang sangat sederhana bagiNya? Kalau Allah sanggup menciptakan air, tentu ia juga sanggup berjalan di atasnya atau merubahnya menjadi anggur. Kalau Ia sanggup menciptakan manusia yang sempuma, tentu ia juga sanggup menyembuhkan penyakit apapun yang menyerang tubuh manusia ciptaanNya. Jangankan menyembuhkan manusia, bahkan Allah sanggup menciptakan kembali manusia lain yang tidak sakit, atau menciptakan bumi baru dengan segala isinya yang baru.
Tetapi Allah tidak menciptakan alam semesta baru melainkan memelihara apa yang sudah pernah diciptakanNya. la tidak membunuh semua manusia di Mesir dan menciptakan penduduk Mesir baru yang lebih baik hati melainkan mengadakan mujizat hingga mereka melepaskan bangsa Yahudi keluar dari Mesir. Ketika bangsa Israel membandel Ia tidak segera membunuh mereka dan menciptakan orang-orang Yahudi penurut dari batu di padang gurun. Yang dilakukan Allah ialah mempertunjukkan kepada mereka mujizat agar mereka tahu bahwa Allah yang sedang bersama mereka adalah Allah yang maha besar. la mau Firaun dan rakyat Mesir tahu bahwa Dialah Allah pencipta langit dan bumi, bukan dewa-dewi yang mereka sembah. Ia juga mau agar orang Yahudi mengenalNya dan memberitakanNya kepada bangsa lain agar semua bangsa di muka bumi bisa mengenal kepadaNya dan kembali menikmati kemuliaanNya.
Maksud utama mujizat diadakan ialah agar manusia mengenal Allah penciptaNya dan bisa mengambil keputusan untuk beribadah kepadaNya. Karena maksud ini maka kuasa untuk mengadakan mujizat tidak diberikan kepada sembarangan orang, melainkan hanya kepada orang-orang yang dipakai Allah untuk menyampaikan firman lisan di saat firman tertulisnya belum sempurna. Di saat firman tertulis belum jadi, Allah pemah menaruh firmanNya di dalam ingat manusia-manusia pilihanNya. Kepada orang-orang itulah kuasa untuk mengadakan mujizat diberikan demi untuk menaikkan pamor mereka agar mereka didengarkan manusia. Jika kuasa ini diberikan juga kepada orang-orang yang tidak dijadikan penyimpan firman lisanNya, maka mereka akan dihormati dan didengarkan sehingga menyesatkan orang. Jika seseorang tidak memiliki firman Allah namun miliki kuasa untuk mengadakan mujizat, maka ia akan menjadi manusia yang paling membahayakan manusia lain dalam penyesatan. Orang-orang yang tidak memahami hal ini, atau yang tidak mau menerima konsep ini pasti akan menjadi orang yang sangat rawan untuk disesatkan bahkan juga berpotensi untuk menyesatkan orang lain.

C. MAKSUD DAN TUJUAN MUJIZAT PALSU
Tuhan yang maha tahu telah terlebih dulu melihat segala sesuatu yang akan terjadi pada akhir zaman. la tahu segala sesuatu yang akan iblis lakukan untuk menyesatkan manusia. Untuk itu Ia memberi peringatan dalam Mat. 24:23-25
Matius 24:23-25
24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
Tuhan Yesus memberitahukan kita bahwa pada akhir zaman Mesias-mesias palsu dan Nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda, bukan yang biasa-biasa melainkan yang dahsyat, dan mujizat-mujizat. Iblis tahu bahwa tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat adalah sarana efektif yang dapat dipakainya untuk menarik perhatian manusia. Sebab bukan hanya orang Yahudi yang suka tanda dan mujizat, melainkan orang Indonesia juga dan bahkan semua manusia suka melihat tanda dan mujizat.
Tanda dan mujizat dapat menarik perhatian orang pada sang pembuat tanda dan mujizat itu. Selagi mata manusia hanya ditujukan kepada Alkitab, firman tertulis, maka peluang iblis untuk menyesatkan orang itu sangat kecil. Namun jika orang tersebut berminat terhadap tanda dan mujizat maka kesempatan iblis untuk menyesatkannya menjadi terbuka lebar. Apalagi jika setelah menyaksikan tanda dan mujizat yang diadakan akhirnya orang tersebut menjadi terkagum-kagum, maka semua pengajaran yang disampaikan oleh tokoh pembuat tanda dan mujizat akan diaminkannya tanpa perlu mencocokkannya dengan Alkitab lagi. Biasanya pembuat mujizat akan mempromosikan diri sebagai orang yang mempunyai akses khusus kepada Tuhan, yaitu mendengar langsung perintah Tuhan dan lain sebagainya. Semua ini hanyalah awal mula dari usaha mengalihkan perhatian manusia dari Alkitab ke suara-suara yang didengar langsung si pembuat mujizat.
Semakin seseorang kagum kepada si pembuat mujizat maka semakin besar kemungkinan orang tersebut disesatkan. Setelah ia mengagumi si pembuat mujizat, tanpa disadarinya sesungguhnya ia telah keluar dari sistim yang benar yaitu mempercayai hanya kepada firman tertulis yang diberikan Tuhan. Biasanya penyimpangan ini tidak akan terasa karena iblis tidak melakukan sesuatu yang bersifat mengagetkannya, melainkan memakai cara yang perlahan-lahan. Ia berusaha mengkondisikan keadaan suka terhadap pembuat mujizat agar manusia keluar dari kebenaran firman Tuhan yang tertulis.
Memang selain memakai mujizat, iblis telah memunculkan berbagai kitab dan mengatakan kepada manusia bahwa kitab-kitab itu juga firman Allah. Ia telah berusaha meyakinkan manusia bahwa selain Alkitab, Allah juga berbicara kepada manusia melalui kitab-kitab lain. Dan apa yang telah dilakukannya itu memang telah berhasil menyesatkan cukup banyak manusia. Namun iblis tidak pernah puas selagi dilihatnya masih ada manusia yang berkeras hanya mau percaya kepada firman tertulis, yaitu Alkitab. Khusus untuk yang satu ini ia berusaha mengalihkan perhatian mereka bukan kepada kitab-kitab lain, karena mereka tidak akan mau percaya, melainkan kepada tanda dan mujizat sebagai pendahuluan. Setelah mereka menggebu-gebu dengan tanda dan mujizat, maka selanjutnya mereka akan menerima omongan si pembuat mujizat bahwa ia bertemu Tuhan dan menerima instruksi khusus dari Tuhan dan lain sebagainya.
Bahkan saking liciknya, biasanya iblis bekerja lebih perlahan dan lebih lembut lagi sehingga bagi yang kepekaan rohaninya kurang akan sangat sulit menyadarinya. Sebagian Nabi-palsunya dipakainya untuk mengadakan mujizat tanpa ada embel-embel mendapat wahyu dari Tuhan sehingga manusia tidak mencurigainya. Dan sebagian yang lain bekerja agak menyolok sehingga sangat mengagetkan. Hadirin pasti masih ingat tentang David Koresh, yang memimpin Cabang Davidian di Amerika yang mengatakan bahwa ia mendapat perintah dari Tuhan secara langsung. Kemudian "Nabi" Petrus di Sabah, Malaysia, yang mengatakan kepada pengikutnya bahwa ia berbicara langsung dengan Tuhan. Kalau mau di daftar semuanya, pasti akan banyak sekali. Tetapi yang penting bagi pembaca ialah mengetahui ciri khas mereka, yaitu mengadakan tanda dan mujizat dan mengatakan bahwa mereka mempunyai akses langsung kepada Tuhan. Dengan berbagai cara, namun hal utama yang mereka ingin katakan ialah bahwa mereka manusia khusus yang berbeda dari manusia-manusia lain.
Tuhan tahu persis apa yang akan dilakukan iblis untuk menyesatkan manusia. Tuhan tahu bahwa iblis pasti akan memakai tanda dan mujizat karena itu adalah sarana yang sangat efektif untuk membuat manusia mengaguminya dan kemudian mendengarkannya. Demi kasihNya kepada manusia maka jauh sebelum hal itu datang Tuhan telah memperingatkan manusia tentang bahaya tanda dan mujizat. Bahkan ia berkata, "Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." Namun kenyataan memberitahukan kita bahwa ada banyak manusia yang tidak berhikmat. Sekalipun telah diperingatkan Tuhan, toh mereka masih menggebu-gebu terhadap tanda dan mujizat.
Setiap kali muncul hal yang aneh baik di langit maupun di daratan mereka langsung mengejarnya mengagumi kejadian itu. Patung Maria mengeluarkan air mata darah, ditanggapi mereka dengan sikap seolah-olah sebuah mujizat dari Allah. Padahal Tuhan sudah mengingatkan kita bahwa iblis akan memakai tanda yang dahsyat untuk mengagetkan manusia agar manusia kagum kepadanya sehingga ia punya peluang untuk menyesatkan manusia. Kalau manusia memperhatikan peringatan Tuhan, maka seharusnya tidak perlu kaget dengan berbagai keajaiban yang muncul baik di langit, di bumi, dan di mana saja serta dalam bentuk apa saja. Justru ketika hal-hal itu muncul kita, harus segera teringat kepada peringatan Tuhan Yesus.
Juga ada yang berkata bahwa mujizat-mujizat itu dibuat atas nama Tuhan Yesus. Memang dengan dipakainya nama Tuhan Yesus, maka di mata sebagian orang mujizat itu pasti bersumber dari Tuhan. Padahal Tuhan sendiri telah mengatakan,
Matius 24:5
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Bukankah Tuhan sudah memberitahukan kita bahwa akan ada banyak orang yang akan memakai namaNya untuk mengadakan mujizat? Mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan Tuhan juga tidak mau mengenal mereka karena mereka tidak menuruti perintahNya yang hanya terdapat di dalam firman tertulisNya. Memang mereka mengenal nama Tuhan Yesus sehingga mereka dapat membajak namaNya untuk menyembuhkan orang. Tetapi sesungguhnya mereka tidak mengenal kebenaran Tuhan Yesus, tidak melakukan kehendak Bapa dan mereka adalah pembuat kejahatan. Mereka tidak melakukan kehendak Bapa karena mereka tidak mempelajari doktrin dengan baik. Tanpa pengetahuan doktrin yang baik maka seseorang tidak mungkin dapat melakukan kehendak Allah dengan baik karena apa yang dilakukan akan bersifat serampangan. Mungkinkah orang yang tidak belajar cara mengendalikan pesawat dan cara melihat peta akan bisa menerbangkan pesawat dan tiba di tempat tujuan? Sesungguhnya menerbangkan pesawat rohani yang sarat penumpang jauh lebih berbahaya dari pada pesawat besi. Itulah sebabnya dalam Amanat Agung yang tertulis dalam Mat. 28:20 terdapat kata, "ajarlah mereka." Sebelum Rasul-rasul dilepas, Guru agung mereka telah mengajar mereka siang dan malam selama kurang lebih tiga setengah tahun.
Dan juga dikatakan Tuhan bahwa mereka pembuat kejahatan. Sesungguhnya kejahatan apakah yang mereka lakukan? Tentu bukan membunuh orang atau merampoki bank-bank karena mereka pasti akan dipenjarakan oleh pemerintah. Tetapi kejahatan mereka ialah mencabuli perempuan-perempuan yang sarat dengan dosa dan memakai nama Tuhan untuk mencari keuntungan. Hampir semua Nabi palsu atau pelayan Tuhan palsu adalah orang-orang cabul karena sebenarnya tuan mereka adalah iblis, raja cabul.
Ingatlah, penyesat akan datang bukan dengan namanya sendiri melainkan dengan nama Tuhan Yesus. Ia juga akan melakukan tanda-tanda yang ajaib dengan nama Tuhan Yesus. Tentu mengajar dengan nama Tuhan Yesus, serta selalu berkata bahwa Tuhan Yesus bertemu dengan dia dan lain sebagainya. Tuhan Yesus berkata, "Pala waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya." Jadi kalau ada orang berkata bahwa Tuhan berbicara kepadanya, sebenarnya itu sama dengan ia berkata bahwa Tuhan datang ke rumah atau kamarnya. Tuhan telah berpesan bahwa yang demikian jangan dipercaya. Bahkan tandai orang demikian karena itulah Nabi palsu yang dimaksudkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak akan menampakkan diri kepada siapa pun lagi hingga hari pengangkatan karena dalam I Kor. 15:8
1 Korintus 15:8
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
Ia telah memberitahu Rasul Paulus bahwa penampakkan kepada dirinya adalah yang paling akhir. Ingat, ini tanda yang paling gampang, yaitu jika ada yang mengatakan bahwa ia mendapat ilham langsung atau bertemu atau berbicara langsung dengan Tuhan Yesus, maka orang itu pasti salah satu Nabi palsu yang Tuhan Yesus suruh waspadai.
Matius  24
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Markus  13
13:22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
II Tesalonika  2
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,


Tujuan mukjizat dalam Injil Yohanes sangat jelas: (Yoh.20:30-31).

"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan
mata murid-muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua
yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa
Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh
hidup dalam namaNya". (Yoh.20:30-31).

Jadi, dari ayat tsb di atas jelas terlihat tujuan dari "tanda" tsb adalah:

1. supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah".

2. dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya".




Arti Mujizat  bagi Orang Percaya
Peristiwa air menjadi anggur dikatakan sebagai mujizat pertama yang dilakukan Tuhan Yesus dalam pekerjaanNya di dunia. Tetapi sebagai Allah, ada banyak mujizat yang dilakukanNya sejak dunia dijadikan. Bahkan sebelum itu pun saya yakin ada banyak yang dilakukan Allah. Karena sesungguhnya apapun yang dilakukan Allah adalah mujizat dalam ukuran manusia.
Sekarang mari kita coba mengerti dari bacaan ini bagaimana Allah bekerja dalam apa yang kita sebut sebagai mujizat.

Mujizat terjadi dalam rencana Allah.
·         Segala sesuatu terjadi tidak secara kebetulan. Allah menciptakan segala sesuatu.
·         Hari ketiga: pada penciptaan, pada hari ketiga Allah memisahkan air dengan dengan daratan sehingga daratan dapat menumbuhkan tunas-tunas tumbuhan yang sangat diperlukan untuk manusia tinggal di muka bumi (Kej 1:9)
·         Hari ketiga: ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, setelah berjalan tiga hari mereka kehausan,tetapi air yang mereka temukan adalah air pahit dan Tuhan mengubah air itu menjadi manis (Kel 15:22-27).
·         Yesus bangkit pada hari yang ketiga; kebangkitan adalah titik penting bagi orang percaya. Ketika Yesus mati dan dikuburkan, sesungguhnya itu dilakukan menggantikan posisi kita yang harus mati menanggung hukuman atas dosa kita. Tetapi Ia bangkit agar kita memperoleh jaminan kemenangan bersama dia atas kuasa maut. Air melambangkan kehidupan dan kebangkitan Yesus pada hari yang ketiga juga memberi kehidupan bagi mereka yang mau menerima anugerah itu.
·         Semua itu bukan kebetulan

Mujizat terjadi bagi orang yang mengenalNya
1Yoh 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Ibu Yesus sangat tahu siapa Yesus sejak ia akan mengandung Yesus. Ia tahu karena Allah telah menyatakannya kepadanya. Banyak peristiwa yang terjadi sebelumnya yang membuat mereka yang dekat denganNya mengenal siapa Dia sesungguhnya:
o    Ketika ia berumur 12 tahun ia berbicara di bait Allah dengan penuh hikmat (Luk 2:41-52)
o    Pada saat memilih Natanael sebagai muruidNya, Ia tahu apa yang sedang dilakukan Natanael ketika dicari oleh Filipus (Yoh 1:48)
·         Pengenalan pribadi membawa kepada ketaatan. Ibu Yesus berkata kepada para pelayan itu agar melakukan apa saja yang akan dikatakan Yesus kepada mereka.
·         Pengenalan pribadi menumbuhkan kepercayaan yang kuat, Roma 10:17; iman timbul dari pendegaran akan Firman Tuhan. Roma 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Mengenal Tuhan tidak dapat terjadi secara simsalabin. Mengenal dia hanya dapat terjadi melalui proses. Mengenal Dia bukan seperti kita kenal dgn Pak Lurah, Pak Camat dsb. Tetapi mengenal Dia dalam hubungan pribadi yang nyata.

Mujizat membawa berkat bagi orang lain.
Perhatikanlah kejadian dalam bacaan kita:
·         Para undangan dalam pesta itu menikmati anggur yang enak sampai akhir pesta.
·         Sama dengan ketika Petrus memperoleh banyak ikan, orang banyak ikut menikmati hasil tersebut.
Mujizat yang terbesar adalah keselamatan yang kita terima sebagai karunia. Kita telah mati karena dosa kita dan apapun yang kita buat tidak berarti sama sekali untuk mengubah nasib kita. Tetapi karena mujizat, kita diselamatkan. Mulai dari mendengar, tertarik, mau mendekat sampai pada penyerahan diri untuk diselamatkan, hendaklah itu juga menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus mengumpamakan kita dengan hal-hal berikut:
·         Ranting yang berbuah banyak; buahnya untuk siapa?
·         Terang yang bercahaya; bagi siapa cahaya itu? (Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.")
·         Garam yang memberi rasa asin; bagi siapa rasa asin itu?

Kesimpulan
1.       Keselamatan dan hidup kekal yang kita terima bukan kebetulan tetapi hasil dari rencana yang ditetapkan Allah.
2.       MujizatNya bagi orang yang mengenal dan mengasihiNya dalam ketaatan.
3.       Mujizat yang kita terima bukan semata untuk kita sendiri. Kita harus membagikannya pada orang lain untuk kemuliaan  Allah kita.
*****





 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar