Tayangan halaman minggu lalu

Senin, 19 Desember 2011

NATO ; No Action Talk Only

Mungkin  semua ini hasil dari Pembangunan Sistem Pendidikan yang sukses,  atau mungkin hanya sekedar ikut trend , kayaknya orang-orang Indonesia semakin pandai dan pintar berbicara, berdiskusi, saling berargumentasi, memberi kritik, membalas kritik. malahan karena terlalu intensnya suatu diskusi  adu jotos sulit untuk dihindari, bukan hanya kalangan terpelajar saja yang pandai bicara , apakah itu para akademisi, sarjana, sampai sang profesor, orang biasa kayaknya sudah lebih pintar dari si professor. Argumentasi si professor  yang kuliah dan mengajar bertahun-tahun dapat dimentahkan oleh orang biasa yang cuma nongkrong ngerumpi di warung-warung  aneh kan, ya memang aneh itu pertanda orang-disegala lapisan semakin pintar,entah fenomena apa yang terjadi di negara kita sekarang, mungkin didukung dengan informasi yang dengan mudah bisa didapatkan dimana-mana,terutama media televisi yang cenderung menyajikan berita-berita hangat yang lagi diperbincangkan dimasyarakat. Berita politik,  debat para jagoan bicara dilayar kaca selalu mendapat rating tinggi, walaupun sering berakhir pada  debat kusir belaka,tanpa pengaruh apa-apa pada penyelesaian masalah dari inti perdebatan itu atau malah menambah masalah. Malahan banyak yang jadi penghayal, halusinator, teori-teori aneh, teori konspirasi yang aneh, kemudian semua ini dijustifikasi atau menjadi kebenaran yang mutlak, menjadikannya sesuatu yang masuk akal, alasan-alasan yang dianggap sesuai logika. Padahal mereka lupa bahwa sebuah teori bukanlah kebenaran sejati, suatu teori tumbang ketika ada teori lain yang lebih reasonable explanation. Kecuali  itu theorema yang bersifat absolut tanpa harus ada pembuktian sudah pasti benar (contoh theorema phytgoras mengenai sisi sebuah segitiga,  atau 1 + 1 sudah pasti 2 (Just to remind SMA Math Lesson).
Tapi mungkin sebagian besar orang tidak sadar,  ketika kita sibuk dengan hanya bicara saja,berargumen dsb,dsb dst……….kita semakin ketinggalan  dengan yang lain(bangsa lain,orang lain dsb). Melihat keadaan sekarang benar pernyataan beberapa pengamat yang mengatakan bahwa bangsa kita terlalu banyak buang energi , terlalu banyak mengurus masalah masalah politis dalam negeri, banyak orang mau menjadi pahlawan kesiangan, mengatasnamakan rakyat serta menjadi jagoan bicara, memang diakui ketrampilan memutar kata-kata mereka sangat baik dan brilliant. Akan tetapi tanpa disadari semua itu telah menjadi sebuah kekuatan kontraproduktif dalam pembangunan bangsa saat ini, sehingga tanpa disadari akibat terlalu banyak bicara, kritik dan saling balas kritik,  masalah lain dilupakan, contohnya a.l. ketika negara ASIA bersiap untuk free trade kita kelihatan tidak siap untuk itu, siapa yang salah disini, ini bukan untuk mencari kambing hitam, tapi inilah hasil pembangunan sebuah negara tanpa arah dan saling tarik menarik kepentingan mengakibatkan kepentingan banyak orang yaitu kepentingan rakyat terabaikan.

CERITA TUKANG CUKUR

CERITA TUKANG CUKUR

Tukang cukur berkata kepada seorang bapak.”Lihat inilah sebabnya saya tidak dapat percaya pada Tuhan yang katanya Maha Pengasih lagi maha penyayang.Jika Tuhan itu baik seperti yang engkau katakan.Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan,penyakit dan semua kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi.”
Bapak itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukup lama.
Bapak yang tadi berkata,”Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus.”
Merasa tersinggung,tukang cukur itu menjawab: “Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan!”
Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, Bapak itu berkata: “Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena IA terus menerus mengundang mereka untuk datang dan “dicukur” akan tetapi mereka selalu mengabaikannya. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak ajakan Tuhan, untuk menyelamatkan mereka.